Saturday, November 28, 2020

Pentingnya Penggunaan dan Pemanfaatan Teknologi di Masa Pandemi

             Pandemi Covid-19 membuat teknologi memiliki banyak kemajuan. Pandemi membuat banyak hal berubah, salah satunya dalam hal teknologi  e-commerce yang semakin  populer. Kalangan UMKM dipaksa untuk lebih melek teknologi yang berkecimpung di dunia digital agar bisnis tetap bisa berjalan di masa pandemi. Pemerintah kabupaten / kota untuk melek teknologi agar terbiasa terutama di masa pandemi ini.

Pandemi juga pengungsi percepatan di sektor pendidikan. Pembelajaran sekolah jarak jauh anak-anak dengan dibantu orang tua untuk akrab dengan internet. Oleh sebab itu, akses internet dan teknologi di Indonesia belum merata di semua wilayah. Beberapa anak di berbagai daerah di Indonesia tidak dapat mengakses internet dengan mudah. Mereka harus bersusah payah mencari tempat yang dapat menjangkau internet agar depat melaksanakan sekolah.

Masalah ini muncul dan membuat pemerintah untuk melakukan pemerataan akses internet ke seluruh wilayah. Apabila anak-anak yang sama sekali tidak dapat melakukan akses internet maka dengan mudah terdaftar tugas sekolah secara  offline. Penyebaran Covid-19 yang belum berhenti ini mengacu pada acuan agar akses internet dan teknologi dapat lebih merata ke seluruh penjuru Indonesia.

Teknologi yang juga berkembang pesat di masa pendemi ini adalah kecerdasan buatan atau  Artificial Intelligence  (AI) dan robot yang telah berjalan selama lebih dari enam bulan ini. Dengan adanya peraturan pemerintah dalam pengawasan jarak atau PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 maka banyak  startup  dan periset mencoba bermacam cara untuk berinovasi membuat robot bisa mengurangi kontak dengan sesama manusia. Teknologi yang memiliki kegunaan 'tanpa sentuh' kini sudah mulai banyak digunakan khususnya di tempat umum.

Penggunaan robot di masa pandemi semakin masif untuk berbagai keperluan membantu manusia. Salah satu contoh adalah robot yang digunakan untuk menyemprotkan desinfektan di ruangan. Robot digunakan untuk membantu merawat kondisi pasien. Teknologi  Artificial Intelligence  pun kian banyak digunakan di masa pandemi. Kecerdasan buatan dipakai untuk membantu banyak hal seperti mendiagnosa penyakit dan membantu menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan pandemi.

Dilansir dari Republika.co.id, Asosiasi Internet of Things Indonesia memperkirakan teknologi 5G akan segera hadir seusai pendemi berlalu. Meski belum jelas pandemi kapan berakhir dan persiapan infrastruktur 5G di Indonesia, teknologi ini banyak sekali yang bisa dimanfaatkan. Miliki kecepatan hingga 100 kali lipat dengan 4G, teknologi 5G dapat bekerja jauh lebih efisien dan kompeten.

Teknologi ini juga dapat digunakan dibidang sektor pertanian hingga pertambangan yang dilakukan jarak jauh. Dengan adanya perkembangan teknologi dan masyarakat dapat terbiasa menggunakan teknologi tersebut maka akan lebih mudah dalam menjalani pekerjaan jauh.

 

 

Friday, November 27, 2020

TETAP SEMANGAT BELAJAR DI MASA PENDEMI

 

Tetap Semangat Belajar dari Rumah

Pandemi Covid-19 membawa perubahan baru dalam gaya hidup. Saat ini nyaris seluruh aktivitas diusahakan tetap berorientasi pada rumah. Meski mulai mengadaptasi kebiasaan baru, sebagian besar pelajar masih menerapkan proses belajar mengajar dari rumah

Bagi pemerhati pendidikan Najeela Shihab, belajar dari rumah merupakan tantangan yang luar biasa bagi orang tua dan anak. “Belajar dari rumah, mengajar dari rumah, itu menantang. Ada proses transisi atau perubahan dari kebiasaan belajar di sekolah ke belajar di rumah. Ini menjadi proses belajar bagi anak dan orang tua, ”tutur Najeela dalam ajang perbincangan secara berani #YangPentingBelajar di Rumah: Memaksimalkan Peran Orang Tua dalam Mendampingi Produktivitas Anak dan Keluarga. 

Bagi pemerhati pendidikan Najeela Shihab, belajar dari rumah merupakan tantangan yang luar biasa bagi orang tua dan anak. “Belajar dari rumah, mengajar dari rumah, itu menantang. Ada proses transisi atau perubahan dari kebiasaan belajar di sekolah ke belajar di rumah. Ini menjadi proses belajar bagi anak dan orang tua, ”tutur Najeela dalam ajang perbincangan secara berani #YangPentingBelajar di Rumah: Memaksimalkan Peran Orang Tua dalam Mendampingi Produktivitas Anak dan Keluarga.
Najeela tak memungkiri, adanya proses adaptasi ini membuat banyak orang tua menjadi lelah dan jengkel. Menurut Najeela, hal ini karena orang tua lupa akan tujuan anak belajar

Banyak orang tua pula yang memiliki pandangan belajar di rumah adalah tentang perpindahan 100 persen kegiatan belajar di sekolah ke rumah. Padahal, hal itu tentu tidak bisa dilakukan karena orang tua tua guru di sekolah.

Oleh itu, Orang Tua Harus Terus Belajar Membiasakan Diri dengan Tujuan Anak Belajar Di Rumah. Najeela meminta orang tua untuk mengingat-ingat apa tujuan anak belajar ini. “Coba kita tanya lagi, apa tujuan anak belajar? Apa yang ingin kita munculkan dari anak? Kompetensi masa depan apa yang bisa tumbuh dari anak? Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak memiliki komitmen, tanggung jawab, dan dapat menyelesaikan tugas, ”jelas Najeela.

Tujuan anak belajar adalah agar anak dapat meraih beberapa kompetensi masa depan yang berorientasi tindakan, berprinsip, dan inovatif. Selain itu, anak juga diharapkan mampu bekerja sama, komunikatif, cerdas, reflektif, mandiri, dan komitmen. “Banyak orang tua yang semangat, tapi pada saat mendampingi malah yang dituju bukan kompetensi ini. Kalau sudah lupa, yang terjadi adalah anak-anak jadi terbebani. Kompetensi ini tidak terpenuhi. Maunya komunikatif tapi malah ceramah satu arah, ”kata Najeela.

 

 

Banyak orang tua yang semangat, tapi pada saat mendampingi malah yang dituju bukan kompetensi ini. Kalau sudah lupa, yang terjadi adalah anak-anak jadi terbebani.

 

Pentingnya Penggunaan dan Pemanfaatan Teknologi di Masa Pandemi

                 Pandemi Covid-19 membuat teknologi memiliki banyak kemajuan. Pandemi membuat banyak hal berubah, salah satunya dalam hal te...