Tetap Semangat Belajar dari Rumah
Pandemi Covid-19 membawa perubahan baru dalam gaya hidup. Saat ini nyaris seluruh aktivitas diusahakan tetap berorientasi pada rumah. Meski mulai mengadaptasi kebiasaan baru, sebagian besar pelajar masih menerapkan proses belajar mengajar dari rumah
Bagi pemerhati pendidikan Najeela Shihab, belajar dari rumah merupakan tantangan yang luar biasa bagi orang tua dan anak. “Belajar dari rumah, mengajar dari rumah, itu menantang. Ada proses transisi atau perubahan dari kebiasaan belajar di sekolah ke belajar di rumah. Ini menjadi proses belajar bagi anak dan orang tua, ”tutur Najeela dalam ajang perbincangan secara berani #YangPentingBelajar di Rumah: Memaksimalkan Peran Orang Tua dalam Mendampingi Produktivitas Anak dan Keluarga.
Bagi pemerhati pendidikan Najeela Shihab, belajar dari rumah merupakan tantangan yang luar biasa bagi orang tua dan anak. “Belajar dari rumah, mengajar dari rumah, itu menantang. Ada proses transisi atau perubahan dari kebiasaan belajar di sekolah ke belajar di rumah. Ini menjadi proses belajar bagi anak dan orang tua, ”tutur Najeela dalam ajang perbincangan secara berani #YangPentingBelajar di Rumah: Memaksimalkan Peran Orang Tua dalam Mendampingi Produktivitas Anak dan Keluarga.
Najeela tak memungkiri, adanya proses adaptasi ini membuat banyak orang tua menjadi lelah dan jengkel. Menurut Najeela, hal ini karena orang tua lupa akan tujuan anak belajar
Banyak orang tua pula yang memiliki pandangan belajar di rumah adalah tentang perpindahan 100 persen kegiatan belajar di sekolah ke rumah. Padahal, hal itu tentu tidak bisa dilakukan karena orang tua tua guru di sekolah.
Oleh itu, Orang Tua Harus Terus Belajar Membiasakan Diri dengan Tujuan Anak Belajar Di Rumah. Najeela meminta orang tua untuk mengingat-ingat apa tujuan anak belajar ini. “Coba kita tanya lagi, apa tujuan anak belajar? Apa yang ingin kita munculkan dari anak? Kompetensi masa depan apa yang bisa tumbuh dari anak? Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak memiliki komitmen, tanggung jawab, dan dapat menyelesaikan tugas, ”jelas Najeela.
Tujuan anak belajar adalah agar anak dapat meraih beberapa kompetensi masa depan yang berorientasi tindakan, berprinsip, dan inovatif. Selain itu, anak juga diharapkan mampu bekerja sama, komunikatif, cerdas, reflektif, mandiri, dan komitmen. “Banyak orang tua yang semangat, tapi pada saat mendampingi malah yang dituju bukan kompetensi ini. Kalau sudah lupa, yang terjadi adalah anak-anak jadi terbebani. Kompetensi ini tidak terpenuhi. Maunya komunikatif tapi malah ceramah satu arah, ”kata Najeela.
Banyak orang tua yang semangat, tapi pada saat mendampingi malah yang dituju bukan kompetensi ini. Kalau sudah lupa, yang terjadi adalah anak-anak jadi terbebani.
No comments:
Post a Comment